Senin, 09 April 2018

Cara Lain(Alternatif) Membuat Sendiri PCB Tanpa Laser Printer dan Bahan Kimia.

Awalnya memang saya membuat PCB sendiri dengan menggunakan  printer laser untuk mencetak gambar Layout PCB namun suatu waktu kawat korona nya putus sehingga tidak dapat digunakan padahal sangat butuh sekali ketika akan mencetak PCB.

Nah dari sini lah ide gila itu muncul, dengan memanfaatkan barang yang ada saya mulai membuatnya.

Adapun barang yang saya gunakan untuk membuat PCB darurat diantaranya :

- PCB polos

- Bor tangan untuk membuat jalur /mengikis tembaga

- Penggaris stainless sebagai guide jalur agar rapi /tidak bengkok

- PCB bolong sebagai guide lubang

- Pensil dan penghapus sebagai guide /mark jalur.

Untuk proses nya tergantung kesabaran dan ketelitian individu yang juga akan memengaruhi hasil akhir.

Inilah foto-foto bahan dan video proses pembuatannya.






Inilah video semua proses pembuatannya. 

Kamis, 11 Januari 2018

Menampilkan Logo pada Display P10 dan Membuat Library Font Header untuk Logo-nya

Keinginan saya untuk menampilkan logo pada display P10 akhirnya bisa terwujud dengan berbagai cara sederhana, meskipun tampaknya terlihat rumit tapi hasilnya memuaskan.

Cara saya ini adalah dengan membuat sebuah library font header yang akan disertakan kedalam folder DMD dalam direktori instalasi arduino dikomputer, yang nantinya bisa digunakan dalam sketch arduino.

Berikut langkah-langkahnya :

1. Membuat font header untuk logo.

2. Menyiapkan gambar/logo.

3. Menyiapkan beberapa aplikasi pendukung diantaranya:

a. Converter foto ke 8bit, untuk mengubah logo ke tampilan 8 bit.

b. Photoshop, menambahkan grid pada logo hasil konversi tadi(sebenarnya diaplikasi Converter juga bisa ditampilkan grid).

c. Dot Matrix, untuk memetakan tampilan dan mengambil data hasil pemetaan berupa nilai dalam bentuk bilangan hex.
Pertama adalah membuat font header untuk logo yaitu memahami bagaimana data font didalam header dipanggil dan parameter-parameternya.

Lihat pada gambar

Data library font header. 

- Pada baris 9, nama "FareedRead32x32" harus digunakan merujuk pada pemakaian huruf ini. PROGMEM memaksa data menggunakan memori program untuk menghindari pemakai RAM yang terbatas.

- Pada baris 11 nilai heksa untuk ukuran, nilai 0 menandakan ukuran huruf tetap diatur oleh nilai berikutnya.

- Pada baris 12 nilai heksa untuk lebar yaitu 0x20(32), lebar piksel panel P10 adalah 32 piksel.

- Pada baris 13 nilai heksa untuk tinggi yaitu 0x10(16), tinggi piksel panel P10 adalah 16 piksel.

- Pada baris 14 nilai heksa untuk huruf pertama yaitu 0x31(dalam ASCII angka 1 adalah urutan ke 49 atau dalam heksa menjadi 0x31).

- Pada baris 15 nilai heksa untuk hitungan/banyaknya huruf yaitu 0x02(2), karena logo yang saya buat  memerlukan sampai 2 panel P10 maka nilai untuk huruf/font memerlukan 2.

- Pada baris 18 ini merupakan data huruf ataupun data logo yang kita buat.

Cara kerja Display P10 dalam mengirimkan data adalah 32 bytes data pertama dikirim untuk setengah panel(8 piksel) bagian atas, 32 bytes selanjutnya dikirim untuk setengah panel(8 piksel) bagian bawah. Jadi untuk keseluruhan 1 panel P10, memerlukan 64 bytes data. Karena data logo yang dibuat berjumlah 128 bytes maka terbagi menjadi 2 panel P10.

Tahap selanjutnya adalah mengonversi gambar logo menjdi gambar 8 bit. Untuk caranya silakan pakai cara masing-masing sesuai keahlian, sebagai contoh saya menggunakan aplikasi Android bernama 8Bit Photo Lab, karena hasilnya tanpa grid maka saya tambahkan grid di Photoshop.

Nah selesai mendapatkan gambar dengan resolusi 32x32 piksel maka saya bagi menjadi 4 bagian, sesuai cara kerja Display P10, yaitu 4 baris pertama bagian atas dan 4 baris kedua bawah.

Untuk memetakanya perlu bantuan aplikasi bernama "Dot Matrix", dengan aplikasi ini kita sangat mudah untuk mendapatkan data konversi berupa nilai heksa.

Nilai heksa yang didapat lalu dicatat untuk dimasukkan kedalam data font tadi.
Selesai.

Aplikasi 8Bit Photo Lab. 

Logo yang digunakan. 

Konversi ke 8 bit, 32x32 piksel. 

Hasil konversi. 

Pemetaan dengan aplikasi Dot Matrix. 

Data hasil pemetaan. 

Data hasil pemetaan keseluruhan. 

64 bytes data kesatu. 

64 bytes data kedua. 

Hasil Akhir. 






Selanjunya bisa membuat bitmap seperti ini.

Rabu, 10 Januari 2018

Membuat Inverter dan LVD sederhana

Sederhana tapi sangat bermanfaat tatkala mati lampu dimalam hari ataupun keadaan darurat saat sedang menyolder tiba-tiba mati lampu juga!
(pernah terjadi)
Meskipun tidak bisa untuk peralatan lain semisal kipas angin atau yg lainnya saya rasa itu tidak perlu sebab daya yang tersedia dalam baterai terbatas.
Secara matematis misalnya dengan baterai 12V 3.5AH saja maka energi dalam baterai hanya tersedia sekitar 42Watt/Jam atau bahkan bisa kurang jika pengisian ulang kurang maksimal juga jika kondisi baterai sudah tidak prima lagi.
Misalnya, jika menggunakan peralatan yg dayanya 42W maka hanya mampu kurang dari satu jam! mengapa? karena efisiensi inverter tidak sampai 100%, belum lagi kondisi baterai tadi.
Itu normalnya, jikalau dipaksakan mungkin bisa lebih lama lagi sampai baterai mengalami deep discharging namun resikonya baterai akan cepat rusak.
Untuk mengatasinya, inverter perlu ditambahkan rangkaian LVD(Low Voltage Disconnect) supaya baterai beroperasi sebagai mana mestinya.
Saya kira mungkin penggunaan inverter terbatas hanya pada peralatan yang pada kondisi darurat dibutuhkan mengingat energi yang dimiliki terbatas hanya pada baterai.
Nah disini saya akan tunjukkan lewat video bagaimana sebuah LVD bekerja, baik untuk menjaga baterai dari kondisi deep discharging maupun menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan semisal korsleting.
Juga desain/layout PCB.
Simak video dan layout PCBnya di bawah ini :


Download layout siap cetak format PDF



Download layout siap cetak format PDF



Penjelasan dan Praktek Lengkap ada divideo berikut ini:



Ini rangkaian Low Voltage Disconnect(LVD) yang bisa digunakan untuk keperluan khusus.

Cek artikelnya disini