Rabu, 22 Mei 2019

Membuat Lampu Indikator Perpindahan Posisi Gigi Kendaraan Bermotor Memakai 7 Segment

Semakin banyak para pengguna sepeda motor saat ini yang melakukan modifikasi terhadap motornya agar tampil semakin keren, salah satunya dengan menambahkan tampilan posisi gigi dengan tampilan angka digital.

Indikator posisi perpindahan gigi.
Indikator posisi perpindahan gigi. 

Rangkaian indikator perpindahan posisi gigi ini saya rancang hanya menggunakan display 7 segment dan dioda saja sehingga terlihat sangat sederhana namun demikian hasilnya cukup efektif menampilkan angka-angka hingga huruf [n] untuk posisi neutral.

Posisi gigi 1
Posisi gigi 1.

Posisi netral
Posisi Netral.

Posisi gigi 2
Posisi gigi 2.

Posisi gigi 3
Posisi gigi 3.

Posisi gigi 4
Posisi gigi 4.

Posisi gigi 5
Posisi gigi 5.

Rangkaian ini perlu disambungkan dengan sebuah saklar yang akan menunjukkan posisi gigi saat ini, saklar ini bernama "Neutral Switch", saklar ini berbeda untuk setiap kendaraannya, ada yang memang sudah terpasang dari pembuatannya ada juga yang belum, tergantung dari jenis kendaraannya, jadi sebelum dipraktekkan alangkah baiknya disesuaikan dulu dengan kebutuhannya.

Baca juga : Membuat Flasher Elektronik untuk Lampu LED

Dibawah ini saya sudah buat skema dan layoutnya, namun demi menjaga dimensi agar tetap kompak maka hanya terdiri dari 7 segment dan dioda saja yang tersusun dalam sebuah PCB, jadi jika akan digunakan dengan tegangan 12V seperti pada umumnya sistem kelistrikan kendaraan bermotor maka perlu adanya tambahan resistor pembatas arus agar bisa digunakan dengan tegangan 12V tersebut.

Skema Indikator posisi perpindahan gigi.
Skema Indikator posisi perpindahan gigi.

Layout Indikator posisi perpindahan gigi
Layout Indikator posisi perpindahan gigi.

Bottom layout Indikator posisi perpindahan gigi.
Bottom layout Indikator posisi perpindahan gigi.

DOWNLOAD layout siap cetak format PDF 

3D Indikator posisi perpindahan gigi.
3D Indikator posisi perpindahan gigi.

Layout saya rancang dengan komponen non SMD meskipun jikalau menggunakan komponen SMD dimensi akan lebih ringkas namun disini saya tetap memakai komponen non SMD. alasannya agar siapa saja yang berencana membuatnya akan menjadi lebih mudah dengan demikian rangkaian ini menjadi lebih universal.
Banyak alasan perancangan dibuat sesederhana ini.  Meski lebih baik hasilnya jika perancangannya menggunakan mikrokontroller. Salah satunya adalah sedikit komponen, murah dan mudah didapatkan. Pengembangan selanjutnya sangat dimungkinkan menuju yang lebih baik lagi.

Alternatif 1 pemasangan resistor pembatas arus.
Alternatif 1 pemasangan resistor pembatas arus. 

Alternatif 2 pemasangan resistor pembatas arus.
Alternatif 2 pemasangan resistor pembatas arus.

Dibawah ini saya tampilkan video tes hasil pembuatan dari indikator perpindahan posisi gigi sederhana ini, sangat sederhana dan pastinya mudah dibuat oleh siapa saja.

Mari simak videonya dibawah ini!

Jumat, 17 Mei 2019

Cara Upload Program ke Mikrokontroller atau Upload Sketch tanpa Board Arduino

Dalam artikel ini saya akan coba menyajikan bagaimana cara upload program atau lebih populer disebut sketch arduino kedalam mikrokontroller atmega 328 dengan hanya mengggunakan minimum sistem tanpa menggunakan board arduino.

Cara Upload Program ke Mikrokontroller atau Upload Sketch tanpa Board Arduino
Cara upload program arduino tanpa board arduino. 

Ini merupakan sebuah alternatif khususnya bagi yang baru belajar arduino namun belum memiliki board arduino.

Led blink arduino
Led Blink.

Baca juga : Membuat Stik Tester Analyzer (PlayStation Controller Tester)

Didalam Arduino IDE selain fungsi utamanya bisa upload sketch langsung ke board arduino namun bisa juga mengekspor hasil kompilasi sketch atau program kedalam bentuk file heksa(Hex file) yang artinya file ini adalah suatu file program yang telah siap langsung diupload atau dimasukan kedalam mikrokontroller, dalam hal ini adalah mikrokontroller atmega328(Arduino uno).

Jam Waktu Sholat
Jam Waktu Sholat. 

Cara ini sudah saya lakukan sejak mengenal arduino, kita hanya butuh sebuah usbasp sebagai salah satu sarana penghubung antara komputer dengan mikrokontroller sisanya adalah minimum sistem dan sebuah program komputer atau AVR programer seperti bitBurner, Khazama, Extreme Burner dan lain sebagainya, pilihlah sesuai selera dan kebutuhan.

Baca juga : Membuat Alat Kendali Lampu Terjadwal | Programmable Timer Relay - Fareed Read

Dengan kemudahan ini, meskipun kita tidak punya board arduino akan tetapi kita masih bisa melakukan pemrograman arduino tanpa kendala.

Programmable timer relay
Programmable timer relay. 

Dibawah ini telah saya praktekkan didalam sebuah video supaya lebih mudah dalam mempelajarinya, marilah kita simak video berikut ini: [terjadwal]


Itulah video cara upload program arduino kedalam mikrokontroller atmega 328 dengan hanya mengggunakan minimum sistem tanpa menggunakan board arduino.

Semoga video ini dapat bermanfaat khususnya bagi Anda yang baru belajar arduino namun belum memiliki board arduino.

Selamat berkarya!

Senin, 06 Mei 2019

Cas Aki Otomatis dan Low Voltage Disconnect Pasangan Cocok Pelindung Aki atau Baterai

Seperti kita tahu peranan Aki atau baterai sangat penting untuk berbagai keperluan
penunjang aktivitas manusia dalam berbagai hal kebutuhan, beberapa contoh peralatan yang sangat bergantung pada penggunaan aki atau baterai diantaranya adalah solar panel yang membutuhkan aki sebagai sarana penyimpanan energinya, UPS memanfaatkan aki atau baterai sebagai tenaga back-upnya, inverter ditenagai aki atau baterai, bahkan sepeda motor atau mobil pun menjadikan barang yang satu ini sebagai kebutuhan pentingnya, salah satu penggunaan vitalnya yaitu sebagai sumber tenaga untuk menghidupkan starter kendaraan tersebut.

Aki atau baterai ini berfungsi sebagai penyimpanan energi, energi yang didapatkannya bisa dari berbagai macam sumber seperti solar panel atau yang paling umum yaitu dari aliran listrik rumahan yang tentunya sudah turunkan terlebih dahulu tegangannya sedikit diatas tegangan aki atau baterai yang akan diisi atau dicas.

Baca juga : Cas Aki Otomatis | Adjustable Automatic Charger

Proses pengisian aki atau baterai ini durasinya tergantung dari besarnya arus yang diberikan, makin besar arusnya maka makin cepat pengisiannya begitupun sebaliknya, pengisian dengan arus besar ini dinamakan fast charging. namun apabila pengisian lebih sering menggunakan arus yang besar dikarenakan menginginkan durasi pengisian yang cepat maka usia pakai aki atau baterai akan menurun, untuk itu lebih disarankan arus pengisian aki atau baterai adalah  1/10 dari kapasitas aki atau baterai itu sendiri. misalnya untuk aki atau baterai berkapasitas 5AH maka arus pengisiannya sekitar 500mA, ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa penuh namun usia pakai aki atau baterai akan lebih awet dibandingkan dengan metode fast charging diatas.

Proses pengisian aki atau baterai ini tidak boleh melebihi batas maksimal pengisian, jika dibiarkan terus menerus setelah aki atau baterai ini mencapai batas maksimal pengisiannya maka aki atau baterai akan panas dan menghasilkan gelembung-gelembung gas (aki basah) ini lama kelamaan akan merusak sel-sel dari aki atau baterai itu sendiri, untuk itu diperlukan suatu alat yang dapat memutus tegangan ketika proses pengisian atau pengecasan telah mencapai batas maksimal pengisian yang telah ditentukan.

Rangkaian Cas Aki Otomatis
Rangkaian Cas Aki Otomatis

Pada artikel sebelumnya saya telah membuat dua artikel yang membahas pembuatan alat tersebut yang berfungsi sebagai pembatas pengecasan, mulai dari cas aki otomatis cut off sederhana hingga cas aki full otomatis.

Cas aki otomatis cut off sederhana yaitu hanya bertugas memutus tegangan ketika batas maksimal pengecasan tercapai namun karena kesederhanaannya, rangkaiannya pun juga sederhana dan saya yakin siapa saja bisa membuatnya.

Diartikel yang kedua yaitu cas aki full otomatis seperti rangkaian pertama namun pada rangkaian yang kedua ini ditambahkan fungsi lainnya yaitu ketika tegangan aki atau baterai turun atau berada pada level tegangan batas bawah yang telah ditentukan maka rangkaian ini akan otomatis memulai pengecasan.

Kedua rangkaian tersebut baik skema, layout hingga versi siap cetak format PDF bisa dilihat dan didownload pada artikel ini:

Cas Aki Otomatis Cut Off atau versi Cas Aki Full Otomatis

Agar tidak penasaran saya tampilkan kembali video praktek untuk Cas Aki Otomatis Cut Off
dibawah ini


Sedangkan dibawah ini adalah video untuk Cas Aki Full Otomatis atau Automatic Battery Charger


Itulah rangkaian proteksi atau pencegah aki/baterai dari kelebihan pengisian sehingga aman tanpa khawatir aki/baterai cepat rusak.

Namun selain itu pemakaian aki atau baterai yang berlebihan hingga kapasitas aki atau baterai mencapai batas kritis yang direkomendasikan juga akan mengakibatkan aki/baterai mudah rusak atau disebut deep discharging.

Penggunaan aki atau baterai seperti ini sering tidak terkontrol kala digunakan untuk penerangan darurat atau  inverter yang belum dilengkapi proteksi dan lain-lain.

Untuk itu perlu juga adanya sebuah rangkaian proteksi aki atau baterai yang akan memutuskan arus dari aki atau baterai menuju beban yang bernama Low Voltage Disconnect atau disingkat LVD.

Untuk rangkaian LVD ini sudah saya bahas pada artikel ini
Membuat Low Voltage Disconnect. lengkap dengan skema dan layout siap cetak format PDFnya.

Dan inilah video prakteknya.