Kamis, 11 Juni 2015

Cara Sederhana Menghitung Prosentase Baterai Lithium Ion (Baterai laptop atau baterai ponsel)

Pada suatu waktu saya dapat baterai laptop bekas, dicoba cek tegangan menggunakan multitester digital menunjukan tegangan sekitar 11.38V.

Dibadan baterai tersebut dituliskan spesifikasinya yaitu "NOM11.1V DC 57Wh" atau sekitar 4.5Ah, baterai jenis Li-Ion.
Baterai ini total isinya berjumlah 6 cell. Disusun paralel 2 lalu diseri 3. Setiap cell mempunyai kapasitas tegangan 3.7V, disusun seri 3 menjadi 11.1V.

Baca juga : Membuat Indikator Level Baterai

Kapasitas 3.7V adalah tegangan minimal baterai tersebut per cell-nya, artinya pada saat itu baterai dalam kondisi 0% dan harus diisi ulang teganggannya hingga kondisi penuh. Kondisi penuh baterai tersebut adalah 4.2V per cell, jadi untuk satu buah baterai laptop dalam kondisi penuh(100%) tegangan akan terukur 12.6V(3cell x 4.2V).

Lalu bagaimana cara menentukan prosentase baterai tadi sebelum diisi ulang?

Pertama tentukan dulu nilai tegangan penuh baterai yaitu 12.6V, dikurangi nilai tegangan kosong baterai yaitu 11.1V, lalu dibagi 100%.

jadi,

12.6V-11.1V
=1.5V

1.5V/100%
=0.015V atau 15mV

Artinya, per 1% adalah 15mV.

Sekarang kita menghitung kapasitas tersisa pada baterai yang saya dapat diatas.

Kapasitas tegangan baterai 11.38V dikurangi nilai tegangan kosong baterai yaitu 11.1V adalah 0.28V. dikonversi kedalam prosentase menjadi 0.28V(kapasitas yang tersisa) dibagi 15mA adalah 18.6666667. Jadi kapasitas yang ada dalam batere tersebut adalah sekitar 18% lagi.

Baca juga : Membuat Inverter Sederhana Menggunakan Trafo ATX | Simple Inverter using ATX Transformer

Perhitungan yang sama juga berlaku untuk baterai ponsel. Sebab baterai ponsel juga berjenis lithium ion dengan kapasitas kosong 3.7V dan 4.2V pada kondisi penuh.

6 Cell Lithium Ion Battery.


Minggu, 07 Juni 2015

Pulse Width Modulation (PWM)

Pulse Width Modulation atau PWM sering sekali dijumpai dalam sirkit switch mode power supply(SMPS), inverter/welder, amplifier class D atau sirkit yang lainnya, bisa juga untuk mengatur kecepatan sebuah motor DC.

Cara kerja dari PWM yaitu membandingkan dari kedua input sebuah Op-Amp yaitu inverting dan non-inverting amplifier. Pulsa gigi gergaji(sawtooth wave) diberikan pada input non-inverting secara kontinyu dan banyaknya pulsa ini menentukan frekuensi keluarannya, sedangkan input inverting menjadikannya penentu bentuk keluaran(output) yang disebut duty cycle.

Baca juga : Membuat Rangkaian Pengatur Kecepatan Motor DC
Duty cylcle bisa berbeda-beda pada frekuensi yang tetap. Artinya duty cycle tidak mempengaruhi jumlah frekuensi. Duty cycle menentukan berapa persennya waktu on dan waktu off pada satu periode.
Pulsa gigi gergaji dan pulsa pembanding bisa ditukar posisinya untuk pengaturan sebaliknya. Contoh, jika ingin duty cycle membesar ketika diberi pembanding tegangan positif maka pulsa segitiga diberikan pada input inverting akan tetapi jika ingin duty cycle mengecil ketika diberi tegangan positif maka pulsa gigi gergaji diberikan pada input non-inverting.

Agar lebih pahan bagaimana PWM bekerja, dibawah ini saya gambarkan karakteristik sebuah PWM.

Pwm
Skema cara kerja PWM. 


Pwm
Pulse Width Modulation (PWM). 


Salah satu penerapan PWM bisa disimak pada video dibawah ini.