Pada saat saya mencoba membuat rangkaian yang bernama OLED Oscilloscope Arduino yang berasal dari situs asal Jepang yaitu situs Radiopench yang tentunya tulisannya juga berbahasa Jepang, agar pembuatannya berhasil maka saya harus membacanya secara teliti namun saya tidak khawatir karena halamannya bisa saya terjemahkan memakai Google Translate ke dalam bahasa Indonesia jadi saya bisa memahaminya, nah pada saat artikel tersebut telah sampai pada ujungnya, Saya melihat ada penyematkan sebuah link menuju website lainnya yang telah membuat rangkaian OLED Oscilloscope versi Radiopench ini namun dengan beberapa penambahan fungsi, saya pun langsung bergegas mengunjungi link tersebut dan ternyata pada website tersebut sudah terdapat beberapa versi Oscilloscope yang menggunakan Arduino yang salah satunya bernama GOscilloscope dan saya pun tertarik untuk membuat OLED Oscilloscope Arduino versi siliconvalley4066 tersebut karena memiliki banyak fitur diantaranya Dual Channel, FFT, DDS, PWM dan Frequency Counter. Untuk spesifikasi lebih lengkapnya silakan lihat sumbernya.
Sebenarnya sebelumnya saya sudah membuatnya dengan desain PCB mengikuti bentuk dari holder baterai dual lithium ion 18650 yang bertujuan agar rangkaian ini bisa menjadi portable, namun pada kesempatan kali ini saya akan mendesain ulang supaya dimensinya menjadi lebih kecil dari sebelumnya seperti desain PCB dari rangkaian OLED Oscilloscope versi Radiopench yang didesain ulang menjadi lebih kecil sekali seukuran layar OLED nya dengan ditambahkan tombol pada bagian pinggirnya. Nah untuk rangkaian GOscilloscope ini sepertinya akan sedikit lebih besar dari pada rangkaian OLED Oscilloscope karena memiliki fitur dual channel yang tiap input channel nya memiliki switch DPDT untuk pemilihan AC/DC nya, disamping itu GOscilloscope ini memiliki fitur Frequency counter, PWM dan DDS Generator yang tentunya menambah dimensi layout PCBnya karena pinout nya juga jadi bertambah.
Skema GOscillo2
Dari skema GOscilloscope yang sudah tersedia ini kemudian saya buatkan layoutnya dengan penempatan komponen sedemikian rupa sehingga tampilannya menjadi lebih baik dari sebelumnya karena menempatkan komponen pada dua sisi yaitu untuk komponen interface seperti layar, tombol dan switch saya tempatkan pada bagian atas sedangkan komponen lainnya seperti mikrokontroller, resistor, kapasitor dan lain sebagainya pada bagian bawahnya, untuk hasil perancangan layoutnya bisa dilihat pada gambar berikut ini.
Layout GOscilloscope V2
Desain ulang GOscilloscope ini terinspirasi dari desain ulang nya OLEDOscilloscope yang sudah saya buat sebelumnya mengingat pada saat ini pembuatan PCB sudah sangat mudah yaitu dengan cara memesan secara online di fabrikasi pembuatan PCB seperti PCBWay, dari sekian banyak fabrikasi pcb saya lebih memilih PCBWay.com karena selain biayanya terjangkau yaitu hanya $5 saja untuk cetak pcb 5 sampai 10 keping, proses nya juga cepat dan pelayanan yang sangat baik. Di PCBWay selain kita bisa mencetak PCB/PCB Prototype, disana juga bisa membuat FPC/Rigid-Flex, PCB Assembly, SMD-Stencil dan CNC/3D Printing.
PCBWay.com
Sign Up PCBWay
Keuntungan lainnya adalah kita akan mendapatkan saldo welcome bonus sebesar 5 dolar untuk biaya cetak pcb di PCBWay saat kita membuat akun untuk pertama kalinya jadi silakan daftar akun PCBWay sekarang juga melalui tautan ini.
Setelah layout GOscilloscope yang saya pesan ke PCBWay selesai beserta pesanan lainnya seperti display OLED, Arduino Nano, modul RFID dan lainnya saya terima, hasilnya pembuatan PCB nya bisa kamu lihat pada gambar dibawah ini.
paket PCB dari PCBWay
PCB GOscilloscope cetakan PCBWay bagian depan
PCB GOscilloscope cetakan PCBWay bagian belakang
OLEDOscilloscope & GOscilloscope
Agar tidak penasaran, saya telah mendokumentasikannya mulai dari perancangan layout, pemesanan, unboxing, perakitan hingga tes rangkaiannya dalam sebuah video singkat dibawah ini.
Jangan lupa bulan ini di PCBWay.com lagi ada promo 9th Anniversary Promotion karena pada tahun ini PCBWay merayakan ulang tahun nya yang ke 9, jadi tiap ulang tahun PCBWay selalu mengadakan bazar yang bisa kita ikuti dan kita bisa mendapat berbagai macam hadiah seperti lucky draw, diskon dan lain sebagainya jadi silakan kunjungi situs PCBWay.com untuk lebih jelasnya pada tautan ini https://www.pcbway.com/activity/anniversary9sales.html
Bagi para teknisi elektronika alat ukur merupakan hal yang wajib dimiliki karena tanpa adanya alat ukur maka akan kesulitan saat menghadapi masalah dalam mereparasi sebuah peralatan elektronik. Umumnya alat ukur yang wajib dimiliki adalah multitester yaitu sebuah alat ukur yang dapat mengukur mulai dari tegangan, hambatan, kapasitas, induktansi dan lain sebagainya. Namun kadangkala ada suatu alat yang penting dimiliki untuk mengukur atau melihat sebuah gelombang elektronik atau frekuensi dari elektronik yang harus diukur dan dilihat bentuk gelombangnya alat ukur tersebut bernama Osiloskop. Nah Osiloskop ini sangat diperlukan ketika kita berhadapan dengan sebuah alat yang dapat mengeluarkan frekuensi seperti SMPS, CPU motherboard dan lain sebagainya.
Namun untuk memiliki alat yang bernama Osiloskop kita perlu merogoh kocek yang dalam karena memang harganya sangat mahal, Namun demikian untuk saat ini sudah banyak tersedia Osiloskop digital dengan ukuran yang mini namun berbanding lurus dengan harganya dan juga ternyata saat ini kita juga bisa membuatnya sendiri dengan Arduino yang display tampilannya menggunakan layar OLED.
Rangkaian OLED Oscilloscope yang menggunakan Arduino dibuat oleh orang Jepang, namun kita juga bisa membuatnya karena project tersebut merupakan project open source, artinya siapa saja dapat membuat dan menggunakannya tanpa lisensi apapun. saya sendiri telah membuat rangkaian tersebut dan bekerja cukup memuaskan saat saya merangkainya pada breadboard jadi setelah itu saya langsung membuatnya PCB yang saya pesan ke PCBWay. Namun sayangnya saat itu saya salah memilih skema yang belum direvisi jadi tombol pada rangkaian tidak bekerja dan juga untuk pengukuran AC tidak bekerja sebagaimana mestinya setelah saya teliti ternyata memang ada revisi untuk skemanya jadi saat saya revisi pada PCB rangkaian pun bekerja saat tombol ditekan.
OLED Oscilloscope V1
Karena rangkaian bekerja baik jadi ada rencana untuk membuat lagi atau mendesain ulang pcb-nya namun dengan adanya tambahan untuk pemasangan baterai holder lithium ion 18650 agar rangkaian ini bisa memakai baterai dan bisa dibawa ke mana saja. Hasilnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.
OLED Oscilloscope V2
Nah dari desain yang sudah saya buat sebelumnya keduanya menerapkan pemasangan komponen pada bagian yang sama yaitu pada bagian atas PCB jadinya rangkaian tersebut terlihat tebal karena peletakan display OLED menumpuk pada bagian atas mikrokontroler atmega 328, apalagi untuk desain yang kedua lebih besar dari desain sebelumnya karena menyesuaikan dengan ukuran baterai holder lithium ion 18650 dan setelah diperhatikan ternyata nilai estetikanya hilang alias tidak enak dipandang dan Karena kurangnya pengetahuan tentang rangkaian ini maka saya menggunakan dua baterai lithium ion 18650 secara seri hasilnya menjadi 7,4 volt setelah itu diturunkan menjadi 5 volt dengan bantuan regulator LM7805, padahal setelah diteliti dan saya coba ternyata dengan satu baterai lithium ion 3,7 volt rangkaian ini dapat bekerja secara sempurna untuk itu saya kembali membuat layout-nya kali ini selain bentuknya menjadi sangat kecil desain ini juga menerapkan pemasangan komponen dengan cara kombinasi yaitu peletakannya di atas dan di bawah, untuk display OLED dan tombol saya letakkan pada bagian atas sedangkan untuk komponen lainnya saya letakkan pada bagian bawah hasilnya nanti akan terlihat rapih dan juga terlihat ramping.
Untuk kali ini saya lebih berhati-hati dalam memilih skemanya agar nanti hasilnya sesuai yang diinginkan kemudian setelah skemanya dirasa sudah tepat maka saya mulai membuat layout-nya, di bawah ini saya tampilkan skema dari sumber aslinya dan layout baru yang telah saya buat.
Skema OLED Oscilloscope PMO-RP1 V3.00
Layout OLED Oscilloscope V3
Setelah layout dirasa sudah sesuai keinginan maka saya konversi menjadi file gerber agar bisa di upload ke situs PCBWay untuk dicetak dan dijadikan pcb-nya, agar hasilnya keren. Dengan biaya cetak hanya 5 dolar saja saya sudah bisa mencetak atau mendapatkan PCB premium sebanyak 5 sampai 10 PCB dan berbagai pilihan warna yang sangat menarik, dengan estimasi pengerjaan yang cukup cepat dan pelayanan yang sangat baik. Di samping itu semua dapatkan keuntungan menarik lainnya saat kita mendaftar akun PCBWay dan melakukan pemesanan maka akan diberikan saldo welcome bonus sebesar 5 dolar untuk biaya cetaknya jadi pembuatan PCB untuk pertama kali adalah gratis, gunakan kesempatan terbaik ini untuk memesan PCB di PCBWay sekarang juga melalui tautan ini.
Klik untuk menuju file gerber nya
Sign Up
Bagi kamu yang ingin mencoba membuatnya sudah saya siapkan file gerber yang bisa kamu download atau langsung pesan pcb-nya ke PCBWay bisa kamu buka pada halaman ini.
Untuk kode programnya bisa di salin pada tautan ini.
Nah setelah kurang lebih 5 hari setelah pemesanan yaitu proses pembuatan PCB sekitar 2 hari dan proses pengiriman sekitar 3 hari PCB yang saya pesan sudah saya terima dan sudah siap dirakit menjadi sebuah rangkaian Mini OLED osiloskop Arduino. Di bawah ini saya perlihatkan foto-foto mulai dari PCB yang belum dirakit hingga menjadi kit yang siap digunakan.
PCB OLED Oscilloscope V3 Depan
PCB OLED Oscilloscope V3 Belakang
OLED Oscilloscope V3 Finish
Setelah rangkaian selesai dirakit maka OLED Oscilloscope ini sudah siap dicoba. Yuk kita simak sama-sama video dokumentasi mulai dari unboxing, perakitan, penjelasan project, hingga pengetesan semuanya disatukan menjadi sebuah video menarik yang bisa dilihat di bawah ini.
Saat tidak ada proyek yang akan dikerjakan, iseng buka kotak tempat penyimpanan berbagai macam IC lalu saya melihat ada dua buah IC LM3914 dan dua buah IC LM3915 jadi total ada empat IC dengan fungsi yang serupa yaitu umumnya dipakai sebagai indikator volume unit (VU) meter. IC ini mempunyai 10 keluaran yang dapat dihubungkan langsung dengan led tanpa perlu menambahkan resistor pembatas arus, semua keluarannya aktif low, dengan pilihan keluarannya bisa dot atau bar. Untuk bisa digunakan sebagai VU meter, IC ini hanya perlu sedikit komponen tambahan berupa resistor sebagai pengatur arus untuk led keluarannya.
Dengan fungsi dapat menampilkan bar graph, selain digunakan sebagai VU meter maka IC ini dapat kita manfaatkan juga sebagai battery level indicator atau indikator level tegangan yang digunakan untuk mengontrol tegangan baterai melalui tampilan urutan led atau bahkan bisa dimanfaatkan juga sebagai Auto cut off charger atau charger baterai otomatis dengan cara led terakhir digunakan sebagai batas atas untuk memutus aliran listrik melalui sebuah relay.
Baiklah akan saya gambarkan skemanya, yaitu kombinasi antara indikator level baterai ditambah fitur cut off yang diambil dari led terakhir untuk mengaktifkan relay.
Skema LM3914 +Relay
Nah dari skema diatas saya buat layoutnya dengan single layer supaya apabila ada yang ingin membuat sendiri pcbnya bisa menirunya dan juga dimensinya yang lumayan cukup kecil, nah rangkaian ini bisa juga difungsikan seperti aslinya yaitu sebagai VU meter dimana input untuk audio dimasukkan ke pin 3 trimpot pertama dengan melepaskan dulu resistor 56K, berikut ini layout yang telah saya desain.
Layout LM3914 +Relay
Karena layoutnya sudah jadi maka tidak afdol rasanya jika tidak dibuat pcbnya dan direalisasikan, untuk itu karena kemudahannya seperti biasa saya akan cetak pcbnya di situs PCBWay.com
Saya pilih cetak pcb ke situs PCBWay karena banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan di antaranya adalah harganya hanya 5 dollar saja untuk 5 sampai 10 pcs PCB prototype, proses pembuatan yang sangat cepat sekitar 24 jam, pelayan memuaskan dan juga tentunya kita akan mendapatkan hasil pcb dengan kualitas premium disamping itu untuk yang baru pertama kali daftar akun PCBWay maka akan diberikan saldo welcome bonus sebesar 5 dolar untuk biaya cetak pcb jadi tunggu apa lagi ayo daftar akun PCBWay sekarang juga.
Klik menuju file gerber nya
Untuk pendaftar akun pertama
Untuk file gerber dari layout ini bisa di download atau pesan langsung ke PCBWay, silakan cek file gerber nya disini.
Setelah kurang dari seminggu yaitu dari pertama pemesan ditambah waktu pengiriman maka pcb yang saya pesan di situs PCBWay sudah saya dapatkan dan segera saya pasang komponen yang diperlukan hingga hasilnya menjadi seperti ini.
VU Meter LM3914 + Relay Depan
VU Meter LM3914 + Relay Belakang
VU Meter LM3914 + Relay
Rangkaian ini merupakan sebuah rangkaian vu meter yang menggunakan IC LM3914 dimana led paling akhir digunakan untuk mengontrol atau mengaktifkan relay sehingga ketika led sudah mencapai bar terakhir maka relay aktif untuk memutuskan jalur yang akan dikontrol dalam hal ini adalah jalur listrik ataupun bisa juga jalur power supply itu sendiri, selain itu ada dua trimpot, trimpot yang pertama untuk pengaturan sensitivitas input dalam hal ini tegangan power supply atau nantinya jika akan digunakan sebagai vu meter maka resistor yang menuju jalur positif dilepaskan lalu dijadikan sebagai input audio.
Kemudian trimpot yang kedua merupakan pengaturan untuk led terakhir dimana dapat diatur untuk tegangan yang diinginkan misalnya pada saat led terakhir menyala maka tegangan input nya berada pada nilai 14.2V maka trimpot ini sebagai pengaturannya. Jadi dengan trimpot ini kita bisa menentukan batas cut off untuk baterai yang akan di cas misalnya lithium ion biasanya sampai 12.6V, baterai kering biasanya 13.8V atau baterai basah bisa sampai 14.2V tergantung jenis baterai yang digunakan, untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada video berikut ini.