Kamis, 24 Januari 2019

Membuat Solder 12V Sistem Induksi

Postingan kali ini saya melanjutkan pengembangan dari postingan sebelumnya tentang pembuatan pemanas induksi yang dijadikan sebagai solder sistem induksi.

Solder ini cocok sekali untuk keperluan penyolderan dalam kondisi darurat dimana pada saat genting terjadi pemadaman lampu.

Solder ini sangat kecil ukurannya, ditenagai hanya dengan baterai 12V, arus yang diambil saat penggunaan yaitu sekitar 2-3A namun tidak konstan, artinya solder ini akan mengambil energi baterai pada saat digunakan saja atau tidak terus menerus.

Baca juga : Membuat Inverter Sederhana Menggunakan Trafo ATX | Simple Inverter using ATX Transformer

Saat tombol ditekan maka ujung solder akan panas seketika sampai membara, nah disitulah keunggulan nya yaitu cepat sekali panasnya hingga tombol ditekan saat digunakan saja, jadi otomatis tidak boros baterai.

Ini adalah kreasi spontan saya dalam perakitan solder sistem induksi ini sekaligus demonstrasi kepada pembaca, dengan skema ini Anda bebas berkreasi serapih mungkin perakitannya.

Simak videonya berikut ini.

Senin, 21 Januari 2019

Membuat Pemanas Induksi atau induction Heater

Tidak terlalu rumit rangkaian pemanas induksi yang akan saya praktekkan kali ini, namun meskipun terlihat sederhana tapi hasilnya cukup bertenaga.

Pemanas Induksi atau induction Heater
Pemanas Induksi atau induction Heater. 

Rangkaian ini karena kesederhanaannya sehingga mudah dipraktekkan karena hanya terdiri dari beberapa komponen.

skema Pemanas Induksi atau induction Heater
Skema Pemanas Induksi atau induction Heater. 

Komponen yang memegang peranan penting dalam rangkaian ini selain mosfet dan coil utama adalah kapasitor dimana nilainya sangat berpengaruh terhadap hasilnya. Nilainya adalah 2 sampai 4uF namun karena arus yang melewatinya cukup besar jadi disarankan kapasitor yang dipasang nilainya kecil namun diparalel sehingga nilai totalnya sama.

Baca juga : Membuat Solder 12V Sistem Induksi

layout Pemanas Induksi atau induction Heater
Layout Pemanas Induksi atau induction Heater. 

DOWNLOAD layout siap cetak format PDF

Dalam video praktek dibawah ini karena terbatas ketersediaan saya hanya menggunakan kawat diameter kurang dari 2mm yang idealnya diatasnya namun sudah mampu membarakan obeng berdiameter sekitar 6mm.


Rangkaian ini tidak terbatas untuk rangkaian pemanas induksi saja namun bisa digunakan menjadi rangkaian lainnya karena rangkaian ini pada dasarnya adalah rangkaian SMPS Zero Voltage Switching(ZVS) seperti yang saya praktekkan dalam Artikel ini.


Beberapa testimoni :


Sabtu, 19 Januari 2019

Membuat LED Meteor atau LED Chaser menggunakan IC 74HC164N


Cerita perakitan rangkaian ini bermula ketika suatu waktu di perkampungan saya terjadi hujan yang disertai petir sangat kencang hingga berkali-kali. 

Alhasil keesokan harinya banyak warga yang peralatan elektronik nya kena sambaran petir lewat instalasi listriknya.
Kejadian itu membuat ruang operasi elektronik saya menerima beberapa receiver parabola yang tepar, kebanyakan komponen yang rusak adalah ic pwm power supply-nya.

Baca juga : Membuat Lampu Jetbus 2 Mode Menggunakan IC 74HC595 | Mode Jetbus dan Mode LED Meteor / LED Chaser

Dari beberapa reciver parabola sisa yang saya bongkar bagian panelnya ada yang menggunakan IC shift register 74HC164N.

LED Meteor atau LED Chaser menggunakan IC 74HC164N
Shift Register 74HC164N. 

Nah berawal dari ini saya coba manfaatkan IC yang saya dapatkan menjadi sebuah proyek lampu LED yang biasa ditemukan di cafe cafe malam sebagai penghias ruangan, pohon sekitar halaman cafe ataupun yang biasa digunakan sebagai hiasan lampu lainnya pada malam hari, namanya lebih populer disebut LED Meteor atau LED Chaser.

skema LED Meteor atau LED Chaser menggunakan IC 74HC164N
Skema LED Meteor / LED Chaser. 

skema LED Meteor atau LED Chaser menggunakan IC 74HC164N
Setelah direvisi.

Led Meteor atau LED Chaser ini menggunakan IC shift register 74HC164N dan IC NE555 sebagai komponen utamanya. Dimana IC NE555 digunakan sebagai pembangkit frekuensi yang dibutuhkan IC 74HC164N sebagai data untuk clock input pin 8, sedangkan pin 1 dan pin 2 dalam kondisi high karena tersambung dengan vcc melalui R2, akibatnya setiap data yang masuk melalui clock input akan langsung dikeluarkan melalui QA berurutan sampai QH.

Baca juga : Membuat Lampu Jetbus Dual Mode Menggunakan IC 4094

Setelah data 8 bit dicapai maka QH yang tersambung ke kaki basis transistor T1 melalui resistor R1 dalam kondisi high mengakibatkan transistor aktif sehingga membuat pin 1 dan pin 2 low. Akibatnya input clock tidak akan ditampilkan sebanyak 8 bit berurutan. Kejadian itu berulang setiap 8 bit.

layout LED Meteor atau LED Chaser menggunakan IC 74HC164N
Layout LED Meteor / LED Chaser. 

Led Chaser 74ls164
Led Chaser 74LS164 setelah direvisi. 

bottom layout LED Meteor atau LED Chaser menggunakan IC 74HC164N
Bottom Layout LED Meteor / LED Chaser.

Bottom Layout Led Chaser 74ls164 setelah direvisi

Download layout siap cetak format PDF.

DOWNLOAD layout siap cetak format PDF versi revisi. 

Maka hasil tampilan LED nya akan menyala berurutan sebanyak 8 LED kemudian disusul dengan padamnya 8 LED secara berurutan pula dan berulang ulang.

asli vs 3d LED Meteor atau LED Chaser menggunakan IC 74HC164N
Gambar 3D dan Gambar Asli LED Meteor / LED Chaser. 

Inilah video demonstrasinya.


Nah itulah rangkaian LED meteor menggunakan IC 74HC164N namun rangkaian ini masih dikembangkan sehingga menjadi dual mode dan ada sedikit revisi serta penambahan penguat akhir, artikelnya bisa dilihat disini
Dan inilah cara menambahkan transistor penguat pada rangkaian diatas. 


Catatan:
Versi revisi telah menambahkan resistor pada setiap lednya, sehingga kebutuhan arus sesuai dengan kebutuhan lednya.